Be your self = Be Success!!!

jangan-cintai-aku-apa-adanya

 

Dalam dunia kepemimpinan, semboyan “Seorang pemimpin pertama-tama akan memimpin dirinya sendiri” begitu penting. Pemimpin adalah seorang yang mampu memimpin diri sendiri. Ia hanya mampu memimpin dirinya sendiri jikalau ia mengenali dirinya. Maka proses kepemimpinan harus diawali dari diri sendiri.

Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno melewati jalan panjang sebelum menjadi orang nomor satu di Indonesia pada jamannya. Masa pendidikan baik di dalam negeri maupun di luar negeri menjadi saat baginya untuk menemukan jati dirinya. Semasa berada di Belanda, ia semakin mengenal siapa dirinya sebagai seorang Indonesia. Ia mempelajari sungguh sejarah bangsanya dari masa ke masa. Ia kenali karakter bangsanya. Pengetahuan tersebut menjadi bekal yang berarti di kemudian hari. Ia amat sangat tahu bahwa ia memiliki kemampuan di bidang komunikasi (seperti dalam berpidato, pendekatan personal, mempengaruhi lawan bicara, berbahasa asing). Maka tidak mengherankan jikalau pidato-pidatonya berbobot karena ini berangkat dari pengetahuan yang benar tentang bangsanya. Lewat pidatonya, ia mampu menggerakkan rakyat untuk sadar akan identitas bangsanya.

Ketika saatnya tiba, di masa kemerdekaan, ia telah tahu siapa bangsa yang akan dipimpinnya dan kekuatan diri apa yang ia miliki untuk mempimpin bangsanya. Ir. Soekarno mampu untuk memimpin Republik Indonesia karena mampu mengenali kemampuan dirinya dan mendisiplinkan dirinya sendiri.

BcZ00HYCEAAvKnI

Oleh karenanya konsep kepemimpinan senantiasa diawali dengan motto BE and AKNOWLEDGE YOUR SELF. Hampir kebanyakan tulisan seputar kepemimpinan senantiasa mengajak para pembacanya untuk masuk dalam situasi diri. Untuk menjadi seorang pemimpin, seseorang harus memiliki integritas diri. Integritas yang dimaksudkan adalah seseorang memiliki pengenalan diri yang benar, membangun keyakinan diri yang realistik, dan memperjuangkannya seturut nilai dan keyakinan diri

Menarik menilik pengalaman nabi Musa, tokoh dari Kitab Suci yang membawa Hukum Allah untuk bangsa Israel. Saat dipanggil untuk menjadi pemimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir, Allah memberi pelajaran penting tentang kepemimpinan. Allah memperkenalkan dirinya sebagai “AKU”. Kata “Aku” yang dipakai oleh Allah mengungkapkan bahwa Dia sang Khalik yang memiliki karakter jelas. Dialah pribadi yang kokoh sehingga memiliki wewenang dan otoritas untuk memberi delegasi.

Allah mengajari Musa bahwa seorang yang mampu memimpin adalah seorang yang mempunyai identitas diri yang kokoh. Kokoh artinya pribadi itu memiliki prinsip. Ia bukan pribadi yang hanya suka ikut-ikutan layaknya bebek yang mengekor bebek lainnya. Apapun keputusan yang diambil sebagai seorang pemimpin berasal dari suatu keyakinan diri yang kuat. “Aku percaya. Aku yakin. Aku siap dengan resiko.” Bukan karena pengaruh si A atau si B. Maka ketika Allah ditanya oleh nabi Musa, “Siapakah Engkau?” Allah menjawab, “I am who am.” Aku ya aku yang ada.

Nah, banyak terjadi kasus seputar ketidakmampuan orang muda untuk memimpin sebenarnya berakar dari persoalan seputarbe your self. Kebanyakan watak seperti yang diharapkan oleh Allah terjadi pada Musa, tidak terbangun dalam diri orang muda kebanyakan.

So pertama-tama ayo kenali siapa dirimu: kemampuan, kelemahan, keahlian, karakter, dan visimu.

Selalu dan selalu, jadilah dirimu sendiri! Banggakan indonesia dengan karaktermu sendiri, sebagaimana para pejuang membela apa yang dibanggakannya, INDONESIA!

Source : Here

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s